Kembangkan Dirgantara, Aceh Belajar ke Bandung

2102662Bandung – Sesuai nota kesepahaman bersama Pemerintah RI, Naggroe Aceh Darusalam (NAD) terus bersolek mengembangkan kedirgantaraan dan maritim. Khusus dirgantara, NAD melakukan pembelajaran ke Kota Bandung sebagai Kota Dirgantara.

Menurut Kepala Lembaga Dirgantara NAD Marsda TNI (Purn) T Syahril, pemerintah Aceh sedang mengejar ketertinggalan dalam segala bidang, salah satunya transportasi udara dan laut. Paling utama mempercepat pembangunan bandara internasional.

“Kota dirgantara itu di sini (Bandung). Makanya kita belajar banyak dari sini untuk dikembangkan di Aceh. Kita harus menyelaraskan dengan kepentingan kesejahteraan dan keamanan nasional,” ucap Syahril saat ditemui di sela-sela Seminar Kedirgantaraan di Hotel Savoy Homman Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu (21/5/2014).

Syahril menyatakan, Pemerintah NAD telah menyiapkan infrastruktur kedirgantaraan berupa sumber daya manusia dan bandara. Untuk langkah awal, ada perluasan bandara yang sudah masuk studi kelayakan.

“Kita tingkatkan transportasi berupa pembangunan landasan Bandara Iskandar Muda yang dibuat paralel. Nah di Bandung ini kita meminta masukan, ide, gagasan, untuk dirumuskan dalam kebijakan kedirgantaraan Aceh mendatang,” jelasnya.

Syahril menuturkan, Pemerintah NAD telah mengirimkan putra putri terbaik untuk belajar kedirgantaraan di Pulau Jawa dan Malaysia yang dibiayai APBD. Tercatat ada 18 orang belajar manajemen bandara, 20 orang teknik penerbangan/elektro, 21 orang sekolah pilot, 1 orang instruktur pilot, dan 1 orang avionik.

“Kita siapkan SDM. Putra daerah kami diberi bantuan beasiswa untuk sekolah dirgantara. Kami serius menyiapkan Aceh sebagai pintu gerbang Indonesia dari barat,” paparnya.

Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Darussalam Tengku H Malik Mahmul Al Haytar menegaskan, Aceh mulai mendirikan dirgantara sebagai tindak lanjut usaha-usaha perbaikan masyarakat. Aceh memiliki potensi cukup baik setelah lama terkena konflik.

“Sekarang fase membangun ekonomi. Untuk dirgantara, kami minta pakar kedirgantaraan menyumbang ide-idenya, menyusun perencanaan. Lalu latihan pilot, maintenance pesawat, komunikasi ATC (air traffict control), kita mulai dari situ. Industri avionik ini besar sekali yang ujungnya bikin pesawat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s