Wali Nanggroe: Aceh Jadi Pusat Industri Dirgantara

malekmahmood2BANDUNG – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar yakin Aceh akan menjadi pusat industri dirgantara. Tiga bandar udara (bandara) yang ada di Aceh, yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda, Maimun Saleh Sabang, Malikul Saleh Lhomseumawe, kelak diarahkan sebagai bandara transit penumpang/kargo dari Indonesia ke kawasan Eropa dan Timur Tengah serta tempat perawatan pesawat.

Rasa yakin tersebut disampaikan Wali Nanggroe saat tampil sebagai pembicara kunci pada seminar nasional ‘Meretas Kebijakan Pembangunan Kedirgantaraan Nasional di Daerah Terdepan dan Terluar dalam Bingkai NKRI,’ di Bandung, Rabu (21/5).
Seminar tersebut diselenggarakan Lembaga Dirgantara Aceh (LDA), dibuka oleh Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Rizal Aswandi. Pembicara dalam seminar tersebut Dr Ing Ilham Akbar Habibie, pakar durgantara nasional, Asop KSAU Mafsda TNI Bagus Puruhito, Marsma TNI Bonar Hutagaol dari Komando Pertahanan Udara Nasional, Ir Muzaffar Ismail MSi, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Andi Alisjahbana dari PT Dirgantara Indonesia.

Wali Nanggroe Malik Mahmud mengatakan, apabila dulu Aceh dikenal sebagai pusat peradaban Islam, maka dalam waktu 5-10 tahun ke depan, Aceh akan bangkit dan dikenal sebagai salah satu pusat inovasi kebangkitan Indonesia di bidang industri kedirgantaraan. “Itulah salah satu mimpi saya dan mimpi seluruh rakyat Aceh,” kata Malik Mahmud.

Ia meyakinkan peserta seminar,Aceh Akan Menjadi Pusat Industri Dirgantara bahwa hal itu sangat dimungkinkan terwujud apabila melibatkan seluruh pihak berkompeten. Gubernur Aceh memuji pelaksanaan seminar kedirgantaraan tersebut sebagai bagian meningkatkan pembangunan Aceh dalam bidang kedirgantaraan dan mengajak mengembangkan teknologi industri kedirgantaraan dan kemaritiman.

UUPA pasal 172 dan 173 memberikan kewenangan kepada pemerintah Aceh untuk mengelola bandara dan pelabuhan laut sebagai bagian dari pengembanga  industri kedirgantaraan dan kemaritiman Aceh.

“Merespon amanah UUPA tersebut, Pemerintah Aceh telah menetapkan arah kebijakan pembangunan Aceh jangka menengah dan arah pembangunan Aceh jangka panjang,” kata Gubernur.

Ketua Lembaga Dirgantara Aceh Marskal Muda TNI (Purn) HT Syahril mengatakan Aceh memiliki peluang besar dalam mengukuhkan diri sebagai pusat industri kedirgantaraan. Saat ini Aceh telah memiliki lembaga dirgantara sendiri, merupakan satu-satunya propinsi yang punya lembaga dirgantara.

Lembaga tersebut kemudian mendirikan pusat pendidikan kedirgantaraan yang mengintegrasikan SMK Penerbangan yang berdiri pada 2010, sekolah pilot didirikan 2013 dan institut aeronautika yang sedang dalam proses pendirian.

Hal yang sama juga disampaikan Ilham Akbar Habibie yang menjadi pembicara awal dalam seminar tersebut. Aceh katanya memiliki peluang menjadi pusat industri kedirgantaraan. Untuk itu ia menyarankan agar disiapkan sumber daya manusia. Ia juga memuji syariat Islam di Aceh dan itu bisa dikombinasikan dengan industri canggih.

“Ini kombinasi yang kuat, industri canggih dan syariat Islam. Sama sekali tidak bertentangan. Aceh juga bisa menawarkan pariwisata syariah,” kata putra BJ Habibie ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s